Khutbah Iduladha: Hakikat Pengorbanan di Masa Pandemi
Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..
Masjid AL-ISHLAH Arso IX didirikan pada sekitar thn 1990-an,mengambil lokasi tanah seluas 1.000 meter persegi dengan luas bangunan utamanya sekitar 600 meter persegi.Tanah seluas 1.000 meter persegi tersebut sudah menjadi tanah SHM[Sertifikat Hak Milik] dan sudah terdaftar di kementrian agama.Tokoh-tokoh yang bertindak sebagai pelopor berdirinya masjid AL-ISHLAH Arso Ix adalah Ustd.Hj. Yahya Mas'ud[lombok],Ustd.Fahruddin[ponorogo],Ustd. Nur Hamim[purwodadi],Ustd. Abdul Wahid[lombok],Hj. Slamet[purwodadi] dan tentunya seluruh ummat islam yang berada di kampung Intaimelyan pada saat itu.Karena terletak di kawasan padat transmigran,para pengurus dan jamaahnya pun berasal dari mayoritas transmigran muslim yang datang dari berbagai daerah di luar pulau papua.berbagai kegiatan seperti kegiatan pengajian turut di lakukan secara rutin di masjid ini.Beberapa kegiatan dzikir dan sholawat bersama juga selalu terselenggara dan di hadiri oleh ratusan jamaah dari seluruh penjuru Keerom.Masjid ini juga di gunakan sebagai pusat perayaan hari-hari besar islam seperti Maulid Nabi,Pergantian tahun baru Islam,dan kegiatan-kegiatan Islam lainnya.Jika di lihat sekilas,masjid ini sangat mirip dengan masjid-masjid tradisional yang ada di jawa dan sekitarnya.Hal ini bisa dilihat dari atapnya yang di bentuk Tajug[Limas Bersusun 3]dan di letakkan semacam Mustoko dari tembaga di bagian puncaknya.Masjid ini di desain dengan dominasi warna merah dan hijau pada hampir keseluruhan bangunannya.Area parkir dan pelataran luas juga turut di bangun.Kemudian pada bagian dalamnya sangat mirip dengan masjid-masjid tradisonal jawa yang mengadopsi berbagai ornamen khas jawa.
Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..
Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..
Khutbah Pertama اَلْØÙŽÙ…ْد٠للهÙ..